Set Voca
Idiom tentang Keputusan dan Konsekuensi

Idiom tentang Keputusan dan Konsekuensi

Vocafy • 23 Kartu Voca
Publik • 20 Oktober 2026
Audio pelafalan sedang dibuat...
Ini mungkin memerlukan beberapa saat. Silakan jelajahi bagian lain dari set ini sambil menunggu.
0
0 / 0
Inggris (AS)

No cards match these filters

Dengarkan & tinjau ulang

Tambahkan setidaknya 2 Kartu Voca untuk membuka Dengarkan & tinjau ulang dan berlatih dengan audio.

Idiom sehari-hari menggambarkan penantian, menentukan pilihan, dan menghadapi hasilnya. Ikuti kisah seseorang yang berencana membuka kedai kopi bersama Maya, mulai dari keraguan awal hingga kesalahan yang merugikan. Contoh-contohnya menggunakan ungkapan yang ekspresif untuk menunda keputusan, berkomitmen pada rencana, dan menerima konsekuensi.

Kartu Voca

1.
sleep on it
memikirkannya semalam sebelum memutuskan

Maya wants me to open a coffee shop with her, but I'll sleep on it.
Maya mengajakku membuka kedai kopi bersamanya, tapi aku mau memikirkannya dulu sampai besok.
'Sleep on it' biasanya menyarankan penundaan singkat, sering kali hingga keesokan harinya.
2.
keep one's options open
tetap membuka pilihan, tidak menutup kemungkinan lain

I'll keep my options open by staying at my job while we look for space.
Aku akan tetap bekerja di tempatku sekarang sambil kami mencari lokasi kedai supaya pilihanku tetap
'Keep one's options open' menyiratkan sikap menghindari komitmen yang akan menutup kemungkinan pilihan lain.
3.
play it by ear
menyesuaikan dengan keadaan, melihat situasi nanti

I haven't planned tomorrow's shop visits; Maya and I will play it by ear.
Aku belum mengatur kunjungan ke lokasi-lokasi kedai besok; aku dan Maya akan lihat situasinya saja n
'Play it by ear' menekankan penyesuaian seiring berlangsungnya peristiwa, bukan sekadar menunda keputusan.
4.
sit on the fence
tidak mengambil keputusan, bersikap ragu-ragu

I can't sit on the fence forever; Maya needs an answer about the shop.
Aku tidak bisa terus menggantungkan keputusan; Maya butuh jawaban soal kedai itu.
'Sit on the fence' sering terdengar bernada kritik, terutama ketika seseorang diharapkan untuk memihak salah satu pihak.
5.
get cold feet
mendadak gentar, kehilangan keberanian

I hope I don't get cold feet before Maya and I sign the lease.
Semoga aku tidak mendadak gentar sebelum aku dan Maya menandatangani kontrak sewa.
'Get cold feet' biasanya berkaitan dengan komitmen yang sudah direncanakan, bukan rasa takut secara umum.
6.
bite the bullet
memberanikan diri menghadapi hal yang berat

I'll bite the bullet and tell my boss, Dan, I'm leaving, even though I'm nervous.
Meski gugup, aku akan memberanikan diri memberi tahu Dan, atasanku, bahwa aku akan mengundurkan diri
'Bite the bullet' menekankan penerimaan terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan, bukan sekadar mengambil risiko.
7.
take the plunge
memberanikan diri mengambil langkah besar

I can't sit on the fence anymore; I'll take the plunge and open the shop.
Aku tidak bisa terus ragu; aku akan memberanikan diri membuka kedai itu.
'Take the plunge' sering menggambarkan langkah besar yang diambil setelah sempat ragu-ragu.
8.
go all in
mengerahkan segalanya, berkomitmen sepenuhnya

I've decided to go all in and put all my savings into our shop.
Aku sudah memutuskan untuk total menjalankan usaha ini dan menanamkan seluruh tabunganku ke kedai ka
Informal. 'Go all in' menyiratkan komitmen penuh, bukan sekadar setuju untuk mencoba.
9.
no turning back
tidak ada jalan kembali, sudah tidak bisa mundur

There's no turning back now; Maya and I have signed a five-year lease.
Sekarang sudah tidak bisa mundur lagi; aku dan Maya sudah menandatangani kontrak sewa lima tahun.
'No turning back' biasanya digunakan setelah 'there's' atau 'there is' untuk menandai titik ketika komitmen sudah dibuat.
10.
face the music
menghadapi konsekuensi, mempertanggungjawabkan kesalahan

I have to face the music and tell Maya I ordered the wrong tables.
Aku harus berani menghadapi konsekuensinya dan memberi tahu Maya bahwa aku salah memesan meja.
'Face the music' biasanya berkaitan dengan situasi ketika seseorang disalahkan, dikritik, atau dihukum, bukan dengan kesulitan biasa.
11.
pay the price
menanggung akibat buruk, menanggung konsekuensi

I'll pay the price for hiring too few people when I'm working every weekend.
Aku akan menanggung akibat mempekerjakan terlalu sedikit orang saat akhirnya harus bekerja setiap ak
'Pay the price' dapat melibatkan hilangnya waktu, kesehatan, atau hubungan, bukan hanya uang.
12.
come back to bite someone
berbalik merugikan, menjadi masalah di kemudian hari

Ignoring Maya's warning about cheap chairs could come back to bite me when they break.
Mengabaikan peringatan Maya soal kursi murah bisa berbalik merugikanku saat kursi-kursi itu rusak.
'Come back to bite someone' bersifat informal dan biasanya menggambarkan akibat yang tidak diinginkan yang muncul belakangan.
13.
take a leap of faith
mengambil langkah berani meski belum pasti, bertindak atas dasar kepercayaan

I'll take a leap of faith and hire Maya's brother, despite his lack of experience.
Aku akan memberanikan diri mempekerjakan saudara laki-laki Maya atas dasar kepercayaan, meski dia be
'Take a leap of faith' menekankan tindakan yang dilandasi kepercayaan meskipun tidak ada bukti.
14.
roll the dice
mengambil risiko, mengadu untung

I won't roll the dice on another cheap machine after ours broke last week.
Aku tidak mau mengambil risiko membeli mesin murah lagi setelah mesin kami rusak minggu lalu.
'Roll the dice' menekankan faktor keberuntungan; 'take a leap of faith' menekankan kepercayaan.
15.
burn one's bridges
merusak hubungan hingga menutup peluang kembali

I don't want to burn my bridges with Dan; I might need my job back.
Aku tidak mau merusak hubunganku dengan Dan; siapa tahu nanti aku perlu kembali bekerja di sana.
Gunakan bentuk jamak 'bridges', meskipun hanya satu hubungan yang terlibat.
16.
pass the buck
melempar tanggung jawab, melimpahkan kesalahan

I can't pass the buck to Maya when customers complain about chairs I chose.
Aku tidak bisa melempar tanggung jawab ke Maya saat pelanggan mengeluhkan kursi pilihanku.
'Pass the buck' bernada mencela dan biasanya diikuti 'to' sebelum penyebutan orang yang dilimpahi tanggung jawab.
17.
kick the can down the road
menunda penanganan masalah, mengulur penyelesaian

I can't kick the can down the road; we need to fix the roof now.
Aku tidak bisa terus menunda penanganan masalah ini; atapnya harus kami perbaiki sekarang.
'Kick the can down the road' bernada mencela: masalahnya tetap ada dan ditunda untuk ditangani nanti.
18.
hedge one's bets
mengurangi risiko dengan menyiapkan alternatif

I'll hedge my bets by selling coffee beans online in case our shop stays quiet.
Aku akan mengurangi risiko dengan menjual biji kopi secara daring untuk berjaga-jaga kalau kedai kam
'Hedge one's bets' menekankan penyebaran risiko, sedangkan 'keep one's options open' menekankan menjaga agar pilihan tetap terbuka.
19.
cross that bridge when we come to it
urusan itu dipikirkan nanti kalau sudah waktunya

When Maya mentions expanding, I say we'll cross that bridge when we come to it.
Saat Maya menyinggung soal mengembangkan usaha, aku bilang urusan itu kita pikirkan nanti kalau suda
'Cross that bridge when we come to it' berarti menunda penanganan masalah yang mungkin muncul di masa depan, bukan masalah mendesak yang sudah ada.
20.
take one's lumps
menerima konsekuensi tanpa mengeluh, menerima kritik atas kesalahan sendiri

I'll take my lumps at tonight's meeting; choosing those chairs was my mistake.
Aku akan menerima kritik tanpa mengeluh dalam rapat malam ini; memilih kursi-kursi itu memang kesala
'Take one's lumps' bersifat informal dan menekankan sikap menerima kritik atau hukuman tanpa mengeluh.
21.
reap what you sow
kamu menuai apa yang kamu tabur

Maya told me, "You reap what you sow," after my rude reply cost us customers.
Maya bilang kepadaku, "Kamu menuai apa yang kamu tabur," setelah jawabanku yang kasar membuat kami k
'Reap what you sow' juga bisa menggambarkan hasil yang baik, tetapi sering terdengar seperti peringatan.
22.
the chickens come home to roost
akibat buruk perbuatan sendiri akhirnya terasa

I'm watching the chickens come home to roost as our cheap chairs start breaking.
Sekarang aku mulai merasakan akibat pilihan kami sendiri saat kursi-kursi murah itu mulai rusak.
'The chickens come home to roost' sering terdengar bernada kritis: pilihan-pilihan buruk sebelumnya akhirnya menimbulkan masalah.
23.
let the chips fall where they may
menerima apa pun akibatnya, pasrah pada hasil akhirnya

I'll tell Maya I lost our savings and let the chips fall where they may.
Aku akan memberi tahu Maya bahwa uang tabungan kami hilang karena aku, lalu menerima apa pun akibatn
'Let the chips fall where they may' sering diucapkan setelah seseorang memutuskan untuk bertindak jujur atau tegas.

Selamat datang kembali!

Silakan masuk untuk melanjutkan

Lupa kata sandi?
Belum punya akun? Daftar